Enter your email address:

Delivered by FeedBurner



Search Engine Submission - AddMe
Free Sitemap Generator

Salah Baca Kalender, Kiamat 2012 Batal?

Artikelbagus.com - Salah Baca Kalender, Kiamat 2012 Batal?

Setelah muncul kabar dari Suku Maya bahwa kiamat akan terjadi pada 21 Desember 2012 mendatang, beberapa arkeolog dan ahli fisika menyangkal kebenaran isu tersebut. Seperti yang dilansir dalam laman abcGoodMorningAmerica, pada awal 2012 memang terjadi kebingungan baru tentang pernyataan yang melegakan bahwa Maya tidak pernah meramalkan akan terjadi sesuatu yang buruk pada tahun ini, dan bahkan jika mereka pernah, kita mungkin salah membaca kalender mereka.

Menurut Christopher Powell, arkeolog yang sedang mempelajari budaya Suku Maya, belum ada sumber yang jelas mengenai kiamat. 

Sementara itu, mengutip dari anggota Badan Arkeologis Amerika bernama Bruce Love, Lisa Hix menyatakan bahwa sesungguhnya rumor kiamat yang berasal dari Suku Maya tidak benar. Menurutnya, selama ini orang-orang telah salah menafsirkan mengenai perhitungan kalender suku yang berada di Semenanjung Yucatan Amerika tersebut, Rabu (4/1). 

Sejalan dengan Powell dan Hix, seorang ilmuwan Fisika bernama Ian O'Neill, menyatakan belum ada bukti yang dapat dipercaya tentang kebenaran perhitungan kalender suku Maya. O'Neill menganggap hal ini merupakan isu yang berbau komersial dari rumah produksi yang telah mempromosikan film "2012" pada 2009. Pihak produksi film tersebut sengaja mengemborkan kabar kiamat 2012 agar film yang diproduksinya laku. 

Suku Maya meramalkan tanggal akhir dunia itu berdasarkan sebuah tablet batu berusia 1.300 tahun yang menandai akhir dari sebuah siklus. Peradaban Maya, yang mencapai puncaknya dari 300 AD sampai 900 Masehi, dikenal sebagai suku yang ahli dalam bidang astronomi. Kalender Long Count Suku Maya yang dimulai pada 3114 SM tersebut menandai waktu pada sekitar 394 tahun yang dikenal sebagai periode baktuns. Tiga belas adalah angka yang penting dan sakral bagi suku Maya. Mereka menulis bahwa Baktun 13 berakhir pada 21 Desember 2012. 

Hal ini diperkuat oleh pernyataan Lawrence Joseph, penulis buku "Apocalypse 2012" yang mempercayai bahwa perhitungan astronomi suku Maya sangat tepat dan canggih. Menurutnya, pada Desember mendatang akan terjadi semburan api dari matahari yang akan melalap habis dunia. 

Lantas, apakah perhitungan Suku Maya tersebut akan benar-benar terjadi?

Menurut Badan Antropologi dan Sejarah Meksiko, kiamat 2012 masih diragukan kebenarannya. Pasalnya, orang-orang barat menganggap dunia ini berputar secara teratur, waktu akan dimulai dan diakhiri pada titik yang sama sebagaimana yang diyakini Suku Maya. 

Selain itu, ahli antropologi Wade Davis telah menyelidiki segala rumor kiamat 2012 dengan berdialog dengan orang-orang di komunitas National Geographic. Ia menyimpulkan bahwa kabar tersebut masih simpang siur kebenarannya.

Namun diluar isu-isu tersebut, saat ini dunia sedang dilanda banyak bencana dan krisis ekonomi global. Saat ini, banyak terjadi kejahatan, konflik, dan pergolakan yang terus terjadi di negara-negara dunia. Menurut Davis, hal-hal tersebut merupakan pertanda akan hancurnya dunia. Dan, ia berpendapat ramalan suku Maya bukanlah pertanda dari akhir dunia.

17:55 | 0 komentar | Read More

Badai Matahari Sebabkan Radiasi Meningkat

Artikelbagus.com - Badai Matahari Sebabkan Radiasi Meningkat



Washington DC: Badai radiasi matahari terkuat sejak 2005 lalu dikabarkan akan terjadi hari ini. Media TGDaily, Selasa (24/1), mewartakan, badai tersebut dipicu letusan matahari beberapa hari silam dengan suar massa koronal ejeksi atau CME kelas M8.7. 

Administrasi Oseanografi dan Atmosfer Amerika Serikat atau NOAA melaporkan, badai matahari itu bakal bergerak hampir 1.400 mil per jam dan terjadi pada pukul 09.00 waktu setempat. Ledakan yang bergerak cepat akan menimbulkan gerakan proton sangat energik atau dikenal sebagai peristiwa partikel surya energik. 

Sementara itu, jumlah radiasi mencapai bumi telah meningkat hingga mencapai tingkat S3, meski diharapkan akan mulai menurun segera. Ada kekhawatiran radiasi tersebut bisa menyebabkan terganggunya komunikasi satelit, memengaruhi astronot di Stasiun Sace Internasional, serta sistem GPS. Untuk mencegah hal itu, pesawat cenderung mengalihkan penerbangan dengan lintang yang lebih rendah. 

Kedatangan badai matahari juga kemungkinkan besar bisa mengintensifkan penampilan Cahaya Utara. Semalam dan malam sebelumnya, langit selatan hingga sejauh Irlandia disuguhi tampilan aurora menyilaukan. Malam ini, NOAA memprediksi aurora dapat dilihat di Amerika Serikat di New England, New York, dan Pacific Northwest.(BOG)
17:51 | 0 komentar | Read More

Jejak Kaki Raksasa di Ciamis

Artikelbagus.com - Jejak Kaki Raksasa di Ciamis

Penemuan jejak kaki raksasa misterius di kawasan hutan di kaki Gunung Sawal, Panumbangan, Ciamis, Jawa Barat membuat warga waswas. Beberapa warga bahkan sempat menyusuri jejak-jejak tersebut dengan menggunakan anjing yang biasa dipakai untuk berburu. Namun hasilnya hingga kini masih nihil. 

Warga yang penasaran akhirnya sempat menemukan banyak jejak di sepanjang jalan setapak dan di bawah rerimbunan pohon. Jejak-jejak besar misterius tersebut sama persis dengan jejak yang ditemukan di sekitar permukiman warga. 

Pemerintah desa yang dilapori warga tentang temuan jejak raksasa misterius ini belum melakukan tindakan lebih lanjut. Meski sempat ikut melihat membuktikan laporan warga. 

"Kami ke sini karena penasaran. Sebenarnya binatang apa yang memiliki telapak besar," kata Endang Sopian, sekretaris Desa Panumbangan. 

Jejak kaki dengan ukuran yang sangat besar di luar dari ukuran manusia normal juga pernah ditemukan diberbagai belahan dunia. Jejak berukuran besar ini sering dikait-kaitkan dengan mitos karena belum ada satu orangpun yang pernah melihat secara langsung pemilik jejak kaki misterius tersebut.
17:44 | 0 komentar | Read More

SEO Yahoo Bagi Pemula


Artikelbagus.com - SEO Yahoo Bagi Pemula

Selain melakukan optimasi mesin pencari  dengan menggunakan panduan seo google dan seo bing guidelines , kita dapat meningkatkan visibilitas blog pada search engine yahoo. Karena setiap search engine memiliki algoritma yang berbeda dalam menentukan rangking halaman blog/website yang akan di tampilkan dalam hasil pencariannya (SERP), maka sebagai blogger perlu menyesuaikan blog dengan aturan-aturan yang telah ditentukan oleh setiap search engine.

Berikut ini beberapa referensi yang bisa dijadikan acuan dalam melakukan optimasi seo yahoo dan panduan seo yahoo untuk pemula:


  1. Buat original konten, seperti search engine google / bing  , postingan yang original lebih disukai mesin pencari
  2. Mengutamakan halaman blog di desain dan berorietasi pada pengunjung blog,
  3. Melengkapi blog dengan hyperlinks yang ditujukan untuk membantu pengunjung menemukan postingan blog yang lain,seperti related post (postingan terkait), recent post (postingan terbaru), dll
  4. Memasang meta data (meta tag descryption + meta tag keyword) yang relevan dengan konten blog
  5. Blog mempunyai design template yang bagus dalam mudah di navigasi, struktur link yang baik, serta mudah ditelusuri oleh spider mesin pencari
  6. Menghindari beberapa hal yang dilarang oleh yahoo, seperti :
  • Halaman blog yang membahayakan keakuratan, keragaman atau relevansi hasil pencarian.
  • Halaman blog dibuat untuk mengarahkan pengguna ke halaman lain (doorway pages).
  • Beberapa atau halaman situs yang menawarkan konten yang sama secara substansial.
  • Halaman diproduksi dalam jumlah besar, yang dihasilkan secara otomatis (auto generated content)
  • Halaman yang menggunakan metode artifisial mengembang peringkat mesin pencari.
  • Penggunaan teks atau link yang disembunyikan dari pengguna.
  • Halaman yang memberikan konten mesin pencari berbeda dari apa yang dilihat oleh pengguna (cloaking pages).
  • Situs yang menerapkan cross link dengan situs lain untuk menggelembungkan popularitas situs (skema link).
  • Halaman yang khusus dibuat untuk mesin pencari atau halaman dengan kata kunci yang berlebihan atau off-topic.
  • Penyalahgunaan nama pesaing, misalnya dengan membuat domain yang mirip dengan situs yang sudah terkenal
  • Membuat situs yang menawarkan konten yang sama.
  • Situs yang menggunakan pop-up yang berlebihan yang mengganggu navigasi pengguna.
  • Halaman yang terlihat menipu, curang, atau minim pengalaman pengguna
13:06 | 1 komentar | Read More

Apa Itu Google Sandbox


Artikelbagus.com - Apa Itu Google Sandbox

Google Sandbox biasa juga dikenal dengan istilah sandbox effect. Sebagai seorang blogger pasti sudah familiar mendengar istilah ini paling tidak mungkin minimal sekali. Apalagi jika Anda belajar seo, pasti Anda akan sangat familiar dengan istilah ini. 

Tahukah Anda bahwa Google Sandbox merupakan suatu keadaan di mana sebuah situs atau blog yang telah didaftarkan ke mesin pencari hilang dari peredaran SERP (Search Engine Result Pages) Google. Atau lebih akrab disebut oleh para webmaster dengan penjara Google. Biasanya situs yang terkena efek ini adalah yang umurnya masih muda, namun tidak menutup kemungkinan bagi situs yang mempunyai ranking bagus di Google juga terkena efek Google Sandbox.

Google Sandbox adalah tempat sementara sebuah situs atau blog diparkir dan dinilai oleh Google. Apakah alamat tersebut layak muncul dalam SERP atau tidak. Tentu pertimbangan Google ini didasari oleh peraturan-peraturan yang telah diberikan. 

Secara normal sebuah situs baru bisa keluar dari Sandbox setelah 6 bulan. Hal inilah yang menjadikan Google Sandboxsebagai salah satu momok besar bagi setiap blogger dan webmaster.
12:57 | 0 komentar | Read More

Perkembangan Sejarah Sel

Artikelbagus.com - Perkembangan Sejarah  Sel

Galilei yang bukan seorang biologiwan sesungguhnya orang pertama yang mencatat hasil pengamatan biologi melalui mikroskop

Pada 1665, seorang ilmuan Inggris, Robert Hooke mengamati sayatan gabus dibawah mikroskop sederhana. Ia menemukan ruang-ruang kecil yang dipisahkan oleh suatu dinding. Selanjutnya, ia menamakan ruang-ruang  tersebut sebagai ”sel”.

Pada akhir tahun 1600-an Antony van Leeuwenhoek, seorang penjaga toko bangsa Belanda, dan trampil menyusun lensa-lensa hingga dapat digunakan untuk melihat dan mengamati beragam protista, spermatozoa, bahkan bakteri, organisme kecil yang tidak dapat dilihat lagi dua abad kemudian.
Tahun 1820-an, peningkatan pada desaian lensa terjadi dan membawa sel menjadi lebih dapat terfokus diamati. Robert Brown, seorang ahli botani, mengamati adanya titik buran yang selalu ada pada sel telur, sel polen atau serbuk sari, sel dari jaringan anggrek yang sedang tumbuh. Dia menyebut titik itu sebagai ‘nukleus’.

Dua ratus tahun kemudian, yakni sekitar tahun 1835, seorang ilmuan Prancis yang bernama Felix Dujardin meneliti bahwa sel-sel tersebut tersusun atas substansi berupa cairan. Cairan tersebut dikenal dengan istilah Protoplasma. Istilah Protoplasma kali ini dikemukakan oleh Johannes Purkinje.

Pada tahun 1838 Matthias Schleiden, juga seorang ahli botani, berpendapat bahwa nukleus dan perkembangan sel erat hubungannya. Berdasarkan hasil penelitiannya, Schleiden menyimpulkan bahwa masing-masing sel tanaman mengarah ke suatu kehidupan ganda, satu tergantung pada kehidupannya sendiri dan yang lain sebagai bagian integral tanaman.

Pada tahun 1839, Theodor Schwann, seorang ahli zoologi, berdasarkan hasil penelitiannya selama bertahun-tahun terhadap struktur dan pertumbuhan jaringan hewan, mengemukakan bahwa hewan sama seperti tanaman terdiri atas sel dan produk-produk sel. Dan bahwa walaupn sel adalah bagian dari organisme, mereka pada tingkat tertentu adalah kehidupan tersendiri.

Kesimpulan dari hasil penemuan Schleiden dan Schwann (1810-1882) adalah sel merupakan komponen dasar semua makhluk hidup.

Satu abad kemudian Rudolf Virchow, seorang ahli fisiologi, melaporkan hasil penelitiannya mengenai pertumbuhan dan reproduksi sel berpendapat bahwa setiap sel berasal dari sel sebelumnya. Berdasarkan tinjauan tentang sel, dapat diketahui dua batasan sebagai berikut.
  1. A.G. Hoewy dan Siekevitz (1963) menyatakan bahwa sel adalah unit aktivitas biologis yang dibatasi oleh membran semipermeabel dan mampu bereproduksi sendiri pada suatu media yang bebas dari sistem kehidupan lain. 
  2. Menurut definisi umum, sel adalah unit terkecil penyusun makhluk hidup, baik struktural maupun fungsional.
Analisis mikroskopis (hasil penelitian pada pertengahan abad 19) membuktikan bahwa sel adalah unit terkecil kehidupan, dan bahwa kehidupan yang berlangsung terus menerus berasal dri pertumbuhan dan pembelahan sel tunggal. Konsep-konsep tersebut menjadi teori sel.
Jadi ada tiga konsep mengenai sel yaitu:
  • semua organisme tersusun atas satu atau lebih sel 
  • sel adalah unit terkecil yang memiliki semua persyaratan hidup 
  • keberlangsungan kehidupan secara langsung berasal dari pertumbuhan dan pembelahan sel tunggal
18:13 | 0 komentar | Read More

Penentuan Jenis Kelamin

Artikelbagus.com - Penentuan Jenis Kelamin. Gen-gen yang terletak pada kromosom kelamin dinamakan gen rangkai kelamin (sex-linked genes) sementara fenomena yang melibatkan pewarisan gen-gen ini disebut peristiwa rangkai kelamin (linkage). Adapun gen berangkai yang dibicarakan pada Bab V adalah gen-gen yang terletak pada kromosom selain kromosom kelamin, yaitu kromosom yang pada individu jantan dan betina sama strukturnya sehingga tidak dapat digunakan untuk membedakan jenis kelamin. Kromosom semacam ini dinamakan autosom.

Seperti halnya gen berangkai (autosomal), gen-gen rangkai kelamin tidak mengalami segregasi dan penggabungan secara acak di dalam gamet-gamet yang terbentuk. Akibatnya, individu-individu yang dihasilkan melalui kombinasi gamet tersebut memperlihatkan nisbah fenotipe dan genotipe yang menyimpang dari hukum Mendel. Selain itu, jika pada percobaan Mendel perkawinan resiprok (genotipe tetua jantan dan betina dipertukarkan) menghasilkan keturunan yang sama, tidak demikian halnya untuk sifat-sifat yang diatur oleh gen rangkai kelamin.

Gen rangkai kelamin dapat dikelompok-kelompokkan berdasarkan atas macam kromosom kelamin tempatnya berada. Oleh karena kromosom kelamin pada umumnya dapat dibedakan menjadi kromosom X dan Y, maka gen rangkai kelamin dapat menjadi gen rangkai X (X-linked genes) dan gen rangkai Y (Y-linked genes). Di samping itu, ada pula beberapa gen yang terletak pada kromosom X tetapi memiliki pasangan pada kromosom Y. Gen semacam ini dinamakan gen rangkai kelamin tak sempurna (incompletely sex-linked genes). Pada bab ini akan dijelaskan cara pewarisan macam-macam gen rangkai kelamin tersebut serta beberapa sistem penentuan jenis kelamin pada berbagai spesies organisme. 

Pewarisan Rangkai X
Percobaan yang pertama kali mengungkapkan adanya peristiwa rangkai kelamin dilakukan oleh T.H Morgan pada tahun 1910. Dia menyilangkan lalat D. melanogaster jantan bermata putih dengan betina bermata merah. Lalat bermata merah lazim dianggap sebagai lalat normal atau tipe alami (wild type), sedang gen pengatur tipe alami, misalnya pengatur warna mata merah ini, dapat dilambangkan dengan tanda +. Biasanya, meskipun tidak selalu, gen tipe alami bersifat dominan terhadap alel mutannya.

Hasil persilangan Morgan tersebut, khususnya pada generasi F1, ternyata berbeda jika tetua jantan yang digunakan adalah tipe alami (bermata merah) dan tetua betinanya bermata putih. Dengan perkataan lain, perkawinan resiprok menghasilkan keturunan yang berbeda. Persilangan resiprok dengan hasil yang berbeda ini memberikan petunjuk bahwa pewarisan warna mata pada Drosophila ada hubungannya dengan jenis kelamin, dan ternyata kemudian memang diketahui bahwa gen yang mengatur warna mata pada Drosophila terletak pada kromosom kelamin, dalam hal ini kromosom X. Oleh karena itu, gen pengatur warna mata ini dikatakan sebagai gen rangkai X.

Pada Drosophila, dan juga beberapa spesies organisme lainnya, individu betina membawa dua buah kromosom X, yang dengan sendirinya homolog, sehingga gamet-gamet yang dihasilkannya akan mempunyai susunan gen yang sama. Oleh karena itu, individu betina ini dikatakan bersifat homogametik. Sebaliknya, individu jantan yang hanya membawa sebuah kromosom X akan menghasilkan dua macam gamet yang berbeda, yaitu gamet yang membawa kromosom X dan gamet yang membawa kromosom Y. Individu jantan ini dikatakan bersifat heterogametik. 

Rangkai X pada kucing
Warna bulu pada kucing ditentukan oleh suatu gen rangkai X. Dalam keadaan heterozigot gen ini menyebabkan warna bulu yang dikenal dengan istilah tortoise shell. Oleh karena genotipe heterozigot untuk gen rangkai X hanya dapat dijumpai pada individu betina, maka kucing berbulu tortoise shell hanya terdapat pada jenis kelamin betina. Sementara itu, individu homozigot dominan (betina) dan hemizigot dominan (jantan) mempunyai bulu berwarna hitam. Individu homozigot resesif (betina) dan hemizigot resesif (jantan) akan berbulu kuning. 

Istilah hemizigot digunakan untuk menyebutkan genotipe individu dengan sebuah kromosom X. Individu dengan gen dominan yang terdapat pada satu-satunya kromosom X dikatakan hemizigot dominan. Sebaliknya, jika gen tersebut resesif, individu yang memilikinya disebut hemizigot resesif. 

Rangkai X pada manusia
Salah satu contoh gen rangkai X pada manusia adalah gen resesif yang menyebabkan penyakit hemofilia, yaitu gangguan dalam proses pembekuan darah. Sebenarnya, kasus hemofilia telah dijumpai sejak lama di negara-negara Arab ketika beberapa anak laki-laki meninggal akibat perdarahan hebat setelah dikhitan. Namun, waktu itu kematian akibat perdarahan ini hanya dianggap sebagai takdir semata. 

Hemofilia baru menjadi terkenal dan dipelajari pola pewarisannya setelah beberapa anggota keluarga Kerajaan Inggris mengalaminya. Awalnya, salah seorang di antara putra Ratu Victoria menderita hemofilia sementara dua di antara putrinya karier atau heterozigot. Dari kedua putri yang heterozigot ini lahir tiga cucu laki-laki yang menderita hemofilia dan empat cucu wanita yang heterozigot. Melalui dua dari keempat cucu yang heterozigot inilah penyakit hemofilia tersebar di kalangan keluarga Kerajaan Rusia dan Spanyol. Sementara itu, anggota keluarga Kerajaan Inggris saat ini yang merupakan keturunan putra/putri normal Ratu Victoria bebas dari penyakit hemofilia.

Rangkai Z pada ayam
Pada dasarnya pola pewarisan sifat rangkai Z sama dengan pewarisan sifat rangkai X. Hanya saja, kalau pada rangkai X individu homogametik berjenis kelamin pria/jantan sementara individu heterogametik berjenis kelamin wanita/betina, pada rangkai Z justru terjadi sebaliknya. Individu homogametik (ZZ) adalah jantan, sedang individu heterogametik (ZW) adalah betina.

Contoh gen rangkai Z yang lazim dikemukakan adalah gen resesif br yang menyebabkan pemerataan pigmentasi bulu secara normal pada ayam. Alelnya, Br, menyebabkan bulu ayam menjadi burik. Jadi, pada kasus ini alel resesif justru dianggap sebagai tipe alami atau normal (dilambangkan dengan +), sedang alel dominannya merupakan alel mutan.

Pewarisan Rangkai Y

Pada umumnya kromosom Y hanya sedikit sekali mengandung gen yang aktif. Jumlah yang sangat sedikit ini mungkin disebabkan oleh sulitnya menemukan alel mutan bagi gen rangkai Y yang dapat menghasilkan fenotipe abnormal. Biasanya suatu gen/alel dapat dideteksi keberadaannya apabila fenotipe yang dihasilkannya adalah abnormal. Oleh karena fenotipe abnormal yang disebabkan oleh gen rangkai Y jumlahnya sangat sedikit, maka gen rangkai Y diduga merupakan gen yang sangat stabil.

Gen rangkai Y jelas tidak mungkin diekspresikan pada individu betina/wanita sehingga gen ini disebut juga gen holandrik. Contoh gen holandrik pada manusia adalah Hg dengan alelnya hg yang menyebabkan bulu kasar dan panjang, Ht dengan alelnya ht yang menyebabkan pertumbuhan bulu panjang di sekitar telinga, dan Wt dengan alelnya wt yang menyebabkan abnormalitas kulit pada jari.

Pewarisan Rangkai Kelamin Tak Sempurna

Meskipun dari uraian di atas secara tersirat dapat ditafsirkan bahwa kromosom X tidak homolog dengan kromosom Y, ternyata ada bagian atau segmen tertentu pada kedua kromosom tersebut yang homolog satu sama lain. Dengan perkataan lain, ada beberapa gen pada kromosom X yang mempunyai alel pada kromosom Y. Pewarisan sifat yang diatur oleh gen semacam ini dapat dikatakan tidak dipengaruhi oleh jenis kelamin, dan berlangsung seperti halnya pewarisan gen autosomal. Oleh karena itu, gen-gen pada segmen kromosom X dan Y yang homolog ini disebut juga gen rangkai kelamin tak sempurna. 

Pada D. melanogaster terdapat gen rangkai kelamin tak sempurna yang menyebabkan pertumbuhan bulu pendek. 

Sistem Penentuan Jenis Kelamin
Telah disebutkan di atas bahwa pada manusia dan mamalia, dalam hal ini kucing, individu pria/jantan adalah heterogametik (XY) sementara wanita/betina adalah homogametik (XX). Sebaliknya, pada ayam individu jantan justru homogametik (ZZ) sementara individu betinanya heterogametik (ZW). Penentuan jenis kelamin pada manusia/mamalia dikatakan mengikuti sistem XY, sedang pada ayam, dan unggas lainnya serta ikan tertentu, mengikuti sistem ZW.
Selain kedua sistem tersebut, masih banyak sistem penentuan jenis kelamin lainnya. Berikut ini akan dijelaskan beberapa di antaranya.

Sistem XO
Sistem XO dijumpai pada beberapa jenis serangga, misalnya belalang. Di dalam sel somatisnya, individu betina memiliki dua buah kromosom X sementara individu jantan hanya mempunyai sebuah kromosom X. Jadi, hal ini mirip dengan sistem XY. Bedanya, pada sistem XO individu jantan tidak mempunyai kromosom Y. Dengan demikian, jumlah kromosom sel somatis individu betina lebih banyak daripada jumlah pada individu jantan. Sebagai contoh, E.B. Wilson menemukan bahwa sel somatis serangga Protenor betina mempunyai 14 kromosom, sedang pada individu jantannya hanya ada 13 kromosom.

Sistem nisbah X/A
C.B. Bridge melakukan serangkaian penelitian mengenai jenis kelamin pada lalat Drosophila. Dia berhasil menyimpulkan bahwa sistem penentuan jenis kelamin pada organisme tersebut berkaitan dengan nisbah banyaknya kromosom X terhadap banyaknya autosom, dan tidak ada hubungannya dengan kromosom Y. Dalam hal ini kromosom Y hanya berperan mengatur fertilitas jantan. Secara ringkas penentuan jenis kelamin dengan sistem X/A pada lalat 

Jika kita perhatikan kolom pertama pada Tabel 6.1 akan terlihat bahwa ada beberapa individu yang jumlah kromosom X-nya lebih dari dua buah, yakni individu dengan jenis kelamin metabetina, betina triploid dan tetraploid, serta interseks. Adanya kromosom X yang didapatkan melebihi jumlah kromosom X pada individu normal (diploid) ini disebabkan oleh terjadinya peristiwa yang dinamakan gagal pisah (non disjunction), yaitu gagal berpisahnya kedua kromosom X pada waktu pembelahan meiosis.

Di samping kelainan-kelainan tersebut pernah pula dilaporkan adanya lalat Drosophila yang sebagian tubuhnya memperlihatkan sifat-sifat sebagai jenis kelamin jantan sementara sebagian lainnya betina. Lalat ini dikatakan mengalami mozaik seksual atau biasa disebut dengan istilah ginandromorfi. Penyebabnya adalah ketidakteraturan distribusi kromosom X pada masa-masa awal pembelahan mitosis zigot. Dalam hal ini ada sel yang menerima dua kromosom X tetapi ada pula yang hanya menerima satu kromosom X.

Partenogenesis
Pada beberapa spesies Hymenoptera seperti semut, lebah, dan tawon, individu jantan berkembang dengan cara partenogenesis, yaitu melalui telur yang tidak dibuahi. Oleh karena itu, individu jantan ini hanya memiliki sebuah genom atau perangkat kromosomnya haploid. 

Sementara itu, individu betina dan golongan pekerja, khususnya pada lebah, berkembang dari telur yang dibuahi sehingga perangkat kromosomnya adalah diploid. Dengan demikian, dapat dikatakan bahwa partenogenesis merupakan sistem penentuan jenis kelamin yang tidak ada sangkut pautnya sama sekali dengan kromosom kelamin tetapi hanya bergantung kepada jumlah genom (perangkat kromosom).

Sistem gen Sk-Ts
Di atas disebutkan bahwa sistem penentuan jenis kelamin pada lebah tidak berhubungan dengan kromosom kelamin. Meskipun demikian, sistem tersebut masih ada kaitannya dengan jumlah perangkat kromosom.
Pada jagung dikenal sistem penentuan jenis kelamin yang tidak bergantung, baik kepada kromosom kelamin maupun jumlah genom, tetapi didasarkan atas keberadaan gen tertentu. Jagung normal monosius (berumah satu) mempunyai gen Sk, yang mengatur pembentukan bunga betina, dan gen Ts, yang mengatur pembentukan bunga jantan. Jagung monosius ini mempunyai fenotipe Sk_Ts_.

Sementara itu, alel-alel resesif sk dan ts masing-masing menghalangi pembentukan bunga betina dan mensterilkan bunga jantan. Oleh karena itu, jagung dengan fenotipe Sk_tsts adalah betina diosius (berumah dua), sedang jagung skskTs_ adalah jantan diosius. Jagung sksktsts berjenis kelamin betina karena ts dapat mengatasi pengaruh sk, atau dengan perkataan lain, bunga betina tetap terbentuk seakan-akan tidak ada alel sk.

Pengaruh lingkungan
Sistem penentuan jenis kelamin bahkan ada pula yang bersifat nongenetik. Hal ini misalnya dijumpai pada cacing laut Bonellia, yang jenis kelaminnya semata-mata ditentukan oleh faktor lingkungan.. F. Baltzer menemukan bahwa cacing Bonellia yang berasal dari sebuah telur yang diisolasi akan berkembang menjadi individu betina. Sebaliknya, cacing yang hidup di lingkungan betina dewasa akan mendekati dan memasuki saluran reproduksi cacing betina dewasa tersebut untuk kemudian berkembang menjadi individu jantan yang parasitik.

Kromatin Kelamin
Seorang ahli genetika dari Kanada, M.L. Barr, pada tahun 1949 menemukan adanya struktur tertentu yang dapat memperlihatkan reaksi pewarnaan di dalam nukleus sel syaraf kucing betina. Struktur semacam ini ternyata tidak dijumpai pada sel-sel kucing jantan. Pada manusia dilaporkan pula bahwa sel-sel somatis pria, misalnya sel epitel selaput lendir mulut, dapat dibedakan dengan sel somatis wanita atas dasar ada tidaknya struktur tertentu yang kemudian dikenal dengan nama kromatin kelamin atau badan Barr. 

Pada sel somatis wanita terdapat sebuah kromatin kelamin sementara sel somatis pria tidak memilikinya. Selanjutnya diketahui bahwa banyaknya kromatin kelamin ternyata sama dengan banyaknya kromosom X dikurangi satu. Jadi, wanita normal mempunyai sebuah kromatin kelamin karena kromosom X-nya ada dua. Demikian pula, pria normal tidak mempunyai kromatin kelamin karena kromosom X-nya hanya satu. 

Dewasa ini keberadaan kromatin kelamin sering kali digunakan untuk menentukan jenis kelamin serta mendiagnosis berbagai kelainan kromosom kelamin pada janin melalui pengambilan cairan amnion embrio (amniosentesis). Pria dengan kelainan kromosom kelamin, misalnya penderita sindrom Klinefelter (XXY), mempunyai sebuah kromatin kelamin yang seharusnya tidak dimiliki oleh seorang pria normal. Sebaliknya, wanita penderita sindrom Turner (XO) tidak mempunyai kromatin kelamin yang seharusnya ada pada wanita normal.

Mary F. Lyon, seorang ahli genetika dari Inggris mengajukan hipotesis bahwa kromatin kelamin merupakan kromosom X yang mengalami kondensasi atau heterokromatinisasi sehingga secara genetik menjadi inaktif. Hipotesis ini dilandasi hasil pengamatannya atas ekspresi gen rangkai X yang mengatur warna bulu pada mencit. Individu betina heterozigot memperlihatkan fenotipe mozaik yang jelas berbeda dengan ekspresi gen semidominan (warna antara yang seragam). Hal ini menunjukkan bahwa hanya ada satu kromosom X yang aktif di antara kedua kromosom X pada individu betina. Kromosom X yang aktif pada suatu sel mungkin membawa gen dominan sementara pada sel yang lain mungkin justru membawa gen resesif. 

Hipotesis Lyon juga menjelaskan adanya mekanisme kompensasi dosis pada mamalia. Mekanisme kompensasi dosis diusulkan karena adanya fenomena bahwa suatu gen rangkai X akan mempunyai dosis efektif yang sama pada kedua jenis kelamin. Dengan perkataan lain, gen rangkai X pada individu homozigot akan diekspesikan sama kuat dengan gen rangkai X pada individu hemizigot.

Hormon dan Diferensiasi Kelamin
Dari penjelasan mengenai berbagai sistem penentuan jenis kelamin organisme diketahui bahwa faktor genetis memegang peranan utama dalam ekspresi sifat kelamin primer. Selanjutnya, sistem hormon akan mengatur kondisi fisiologi dalam tubuh individu sehingga mempengaruhi perkembangan sifat kelamin sekunder.

Pada hewan tingkat tinggi dan manusia hormon kelamin disintesis oleh ovarium, testes, dan kelenjar adrenalin. Ovarium dan testes masing-masing mempunyai fungsi ganda, yaitu sebagai penghasil sel kelamin (gamet) dan sebagai penghasil hormon kelamin. Sementara itu, kelenjar adrenalin menghasilkan steroid yang secara kimia berhubungan erat dengan gonad.

Gen terpengaruh kelamin

Gen terpengaruh kelamin (sex influenced genes) ialah gen yang memperlihatkan perbedaan ekspresi antara individu jantan dan betina akibat pengaruh hormon kelamin. Sebagai contoh, gen autosomal H yang mengatur pembentukan tanduk pada domba akan bersifat dominan pada individu jantan tetapi resesif pada individu betina. Sebaliknya, alelnya h, bersifat dominan pada domba betina tetapi resesif pada domba jantan. Oleh karena itu, untuk dapat bertanduk domba betina harus mempunyai dua gen H (homozigot) sementara domba jantan cukup dengan satu gen H (heterozigot).

Contoh lain gen terpengaruh kelamin adalah gen autosomal B yang mengatur kebotakan pada manusia. Gen B dominan pada pria tetapi resesif pada wanita. Sebaliknya, gen b dominan pada wanita tetapi resesif pada pria. Akibatnya, pria heterozigot akan mengalami kebotakan, sedang wanita heterozigot akan normal. Untuk dapat mengalami kebotakan seorang wanita harus mempunyai gen B dalam keadaan homozigot.

Gen terbatasi kelamin
Selain mempengaruhi perbedaan ekspresi gen di antara jenis kelamin, hormon kelamin juga dapat membatasi ekspresi gen pada salah satu jenis kelamin. Gen yang hanya dapat diekspresikan pada salah satu jenis kelamin dinamakan gen terbatasi kelamin (sex limited genes). Contoh gen semacam ini adalah gen yang mengatur produksi susu pada sapi perah, yang dengan sendirinya hanya dapat diekspresikan pada individu betina. Namun, individu jantan dengan genotipe tertentu sebenarnya juga mempunyai potensi untuk menghasilkan keturunan dengan produksi susu yang tinggi sehingga keberadaannya sangat diperlukan dalam upaya pemuliaan ternak tersebut.
07:26 | 0 komentar | Read More
 
Ping your blog, website, or RSS feed for Free My Ping in TotalPing.com