Monday, 22 December 2014

Perjuangan Merebut Kembali Irian Barat Melalui Jalan Diplomasi

Artikelbagus.com – Perjuangan Merebut Kembali Irian Barat Melalui Jalan Diplomasi. 

Jalan diplomasi yang ditempuh pemerintah Indonesia merupakan langkah awal dalam rangka pengembalian Irian Barat. Dalam Konferensi Meja Bundar (KMB) sebenarnya telah dinyatakan bahwa Kerajaan Belanda akan menyerahkan kedaulatan wilayah Irian Barat kepada Republik Indonesia Serikat dengan tidak bersyarat dan tidak dapat dicabut.


Karena Belanda tidak memathi isi KMB, maka pada tahun 1954 pemerintah Indonesia membawaPBB. Persoalan Irian Barat berulang kali dimasukkan ke dalam agenda Sidang Majelis Umum PBB, tatapi tidak memperoleh tanggapan yang positif. Pada tahun 1957, menteri luar negeri Republik Indonesia berpidato di depan Sidang Majelis Umum PBB. Isi pidatonya antara lain menyatakan bahwa mengenai Irian Barat pemerintah Indonesia akan menempuh cara lain setelah cara diplomasi tidak berhasil menyelesaikannya. Nada keras yang dilontarkan Menteri Luar Negeri Indonesia tersebut tidak mampu mengubah pendirian negara-negarapendukung Belanda. Dukungan negara-negara terhadap Belanda semakin kuat ketika persaingan antara Blok Barat dan Blok Timur semakin menguat dalam suasana Perang Dingin. Karena dukungan sejumlah negara terhadap penguasaan wilayah Irian Barat, Kerajaan Belanda tidak mau menyerahkan Irian Barat kepada pemerintah Indonesia.
 
Semua partai dan golongan/ormas yang ada di Indonesia mendukung usaha pembebasan Irian Barat. Irian Barat merupakan bagian wilayah Indonesia. Pada tahun 1957, pemerintah Indonesia melancarkan aksi-aksi untuk mengembalikan Irian Barat ke Indonesia. Langkah awal yang dilaksanakan adalah mengambil alih perusahaan milik Belanda di Indonesia. Pada tanggal 17 Agustus 1960, Indonesia memutuskan hubungan diplomatik dengan pemerintah Belanda.
 
Sehubungan dengan masalah Irian Barat, Presiden Soekarno berpidato di depan Sidang Umum PBB pada tahun 1960. Dalam pidatonya yang berjudul “Membangun Dunia Kembali”, Presiden Soekarno menyatakan:

“Kami telah berusaha untuk menyelesaikan masalah Irian Barat. Kami telah berusaha dengan sungguhsungguh dan dengan penuh kesabaran dan penuh toleransi dan penuh harapan. Kami telah berusaha untuk mengadakan perundingan-perundingan bilateral. Harapan lenyap, kesabaran hilang, bahkan toleransi pun telah mencapai batasnya. Semuanya itu kini telah habis dan Belanda tidak memberikan alternatif lainnya, kecuali memperkeras sikap kami.”

Masalah Irian Barat diangkat kembali ke sidang PBB pada tahun 1961. Pada waktu itu yang menjadi Sekjen PBB adalah U Thant. U Thant menunjuk Ellsworth Bunker (diplomat Amerika Serikat) untuk mengajukan usul mengenai masalah Irian Barat. Bunker mengusulkan agar pihak Belanda menyerahkan kedaulatan Irian Barat kepada Republik Indonesia.
Penyerahan itu dilakukan melalui PBB dalam waktu dua tahun. Usulan tersebut pada prinsipnyadisetujui oleh Belanda dan Indonesia. Indonesia menghendaki waktu penyerahan lebih dipercepat dan Belanda menghendaki adanya semacam perwakilan di bawah PBB, yang kemudian membentuk Negara Papua.



Kata Kunci :

upaya pengembalian irian barat secara diplomasi,pembebasan irian barat melalui diplomasi,perjuangan merebut kembali irian barat,pengembalian irian barat secara diplomasi,apa yang dimaksud upaya pengembalian irian barat secara diplomasi,pidato soekarno di pbb masalah irian barat,perjuangan pembebasan irian barat secara diplomasi,Rangka pengembalian irian barat,Perjuangan pembebasan irian barat melalui diplomasi,perjuangan pengembalian irian barat secara diplomasi

Related Posts to "Perjuangan Merebut Kembali Irian Barat Melalui Jalan Diplomasi"

Response on "Perjuangan Merebut Kembali Irian Barat Melalui Jalan Diplomasi"

Muhammad Risalon Google+