Thursday, 02 October 2014

Annelida (Cacing tanah)

Artikelbagus.com – Ciri-ciri Annelida (Cacing tanah):

Tubuh bersegmen (metameri), setiap segmen mempunyai organ tubuh (sistem pencernaan, otot, pembuluh darah, alat reproduksinya hermaprodit, sedangkan alat gerak dengan chetae, dengan sepasang alat eksksresi (nefridium) yang saling berhubungan dan terkoordinasi. Tubuhnya simetris bilateral, berlapis kutikula. Sistem pencernaan sempurna (memiliki anus). Sistem sarafnya tangga tali, dan sistem peredaran darah tertutup. Salah satu paling berperan dalam kehidupan manusia (dalam bidang pertanian) adalah cacing tanah (Kelas Oligochaeta) yang mampu meningkatkan kesuburan tanah. Annelida terdiri atas 3 kelas utama, yaitu Polychaeta, Oligochaeta, dan Hirudinea. Ciri-ciri dan contohnya dapat dilihat pada di bawah ini.

Tabel 9.4. Pembagian kelas dari Filum Annelida

Kelas Polychaeta
(memiliki banyak seta
Kelas Oligochaeta
(memiliki sedikit seta)
Kelas Hirudinae
(tidak memiliki seta)
Kepala terdiri atas
prostomium dan
peristomium
Segmen memiliki
parapodia (kaki
dengan seta banyak).
Alat pencernaan
(mulut, faring,
oesofagus, usus, dan
anus).Terdapat selom
dan nefridium (untuk
ekskresi).
Peredaran darah
terdiri dari pembuluh
dorsal, ventral dan
lateral.
Contoh-contohnya:
Arenicola, Eunice
viridis (palolo), dapat
dimakan.
Lysidice oele (wawo),
dapat dimakan.
Nereis virens (cacing
pasir).
Odontocilic (cacing
api)
Kepala dengan prostomium
dan peristomium,
Tubuh silindris panjang,
bersegmen-segmen. ]
Segmen 14-16 membengkak
disebut klitelum, berfungsi
membentuk lendirn pelindung
telur.
Dinding tubuh terdiri dari
epidermis yang diselaputi
kutikula, , otot melingkar, dan
otot memanjang.
Segmen tubuh dipisahkan oleh
septum (sekat), Eksresinya
dengan nefridium.
Respirasi secara difusi melalui
permukaan kulit.
Alat pencernaan (peristomium,
farings, oesofagus, crop,
gizzard, usus, anus).
Habitatnya didalam tanah yang
lembab.
Contoh-contohnya:
Lumbricus terestis (cacing
tanah).
Perichaeta musica (cacing tanah).
Phertima sp (cacing tanah).
Tubifex (bioindikator, di
selokan).
Tubuh pipih, tidak
ada seta dan
parapodia.
Mempunyai alat
hisap. Respirasi
secara difusi.
Ekskresi dengan 17
pasang nefridium.
Gonad bersifat
hermaprodit.
Makanan berupa
cacing, larva
serangga,
invertebrate, dan
darah vertebrata.
Contoh-contohnya:
Acanthobdella sp
(parasit ikan
salem).
Haemodipsa
zeylanice (pacet,
darat).
Hirudo medicinalis
(lintah, air).
Hirudinaria javanica
(lintah kuning).


Peranan cacing di bidang pertanian 

Cacing tanah adalah cacing yang sudah dikenal lama (sejak zaman Aristoteles) sebagai  hewan yang berperan dalam meningkatkan kesuburan tanah. Cara hidupnya dengan menggalilubang meningkatkan porositas tanah sehingga aerasi tanah (masuknya udara ke dalam tanah) dan air dapat merembes ke dalam tanah. Dengan kegiatannya itu, mereka juga mengaduk tanah sehingga bahan organik dapat tersebar meluas dan menjadikan tanah gembur.

Cacing tanah juga dimanfaatkan untuk membuat kompos. Kompos adalah bahan-bahan organik (sisa tanaman atau limbah hewan) yang diolah oleh cacing sehingga dapat digunakansebagai pupuk rganik. 

Selain itu cacing tanah juga diternakan untuk digunakan sebagai sumber protein pada pakan terrnak (ikan, ayam, itik, burung, dan bebek). Cacing tanah dikeringkan, lalu ditumbuk halus sebagai tepung cacing (pengganti tepung ikan), dan dicampurkan dengan sumber makanan lainnya menjadi pakan ternak.



Response on "Annelida (Cacing tanah)"

Muhammad Risalon Google+