Hubungan Antar-Norma


Kehidupan manusia dalam bermasyarakat, selain diatur oleh hukum juga diatur oleh norma-norma agama, kesusilaan, dan kesopanan, serta kaidah-kaidah lainnya. Kaidah-kaidah sosial itu mengikat dalam arti dipatuhi oleh anggota masyarakat di mana kaidah itu berlaku.


Hubungan antara hukum dan kaidah-kaidah social lainnya itu saling mengisi. Artinya kaidah sosial mengatur kehidupan manusia dalam masyarakat dalam hal-hal hukum tidak mengaturnya. Selain saling mengisi, juga saling memperkuat. Suatu kaidah hukum, misalnya “kamu tidak boleh membunuh” diperkuat oleh kaidah sosial lainnya. Kaidah agama, kesusilaan, dan adat juga berisi suruhan yang sama. Dengan demikian, tanpa adanya kaidah hukum pun dalam masyarakat sudah ada larangan untuk membunuh sesamanya. Hal yang sama juga berlaku untuk “pencurian”, “penipuan”, dan lain-lain pelanggaran hukum.

Hubungan antara normaagama, kesusilaan, kesopanan dan hukum yang tidak dapat dipisahkan itu dibedakan karena masing-masing memiliki sumber yang berlainan. Norma Agama sumbernya kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa. Norma kesusilaan sumbernya suara hati (insan kamil). Norma kesopanan sumbernya keyakinan masyarakat yang bersangkutan dan norma hukum sumbernya peraturan perundang-undangan.

Kata Kunci :

jelaskan dengan contoh hubungan hukum dan norma,hubungan antar norma,contoh hubungan hukum dengan norma,jelaskan dengan contoh hubungan hukum dan norma!,jelaskan dengan contoh hukum dan norma,jelaskan hubungan antara norma sosial,jelaskan hubungan hukum dan norma,jelaskan kaidah hukum dan kaidah agama,jlskn hubungan hukum dan agama,kaitan kaidah kesusilaan dan kaidah kesopanan dengan kaidah hukum

Related Posts to "Hubungan Antar-Norma"

Response on "Hubungan Antar-Norma"

Muhammad Risalon Google+