Wednesday, 16 April 2014

Ekosistem dan Konservasi

Bilogi SMA Kelas 12 : Ekosistem dan Konservasi

Untuk memudahkan pelajar SMA kelas 12 mempelajari Bioligi SMA khusus pembahasan Ekosistem dan Konservasi, berikut ini disajikan rangkuman pokok-pokok isi materi Ekosistem dan Konservasi :

Setiap makhluk hidup berinteraksi dengan lingkungannya. Lingkungan adalah segala sesuatu yang terdapat di sekeliling makhluk hidup, berupa unsur-unsur biotik dan abiotik yang saling mempengaruhi makhluk hidup tersebut. Unit-unit lingkup ekologi tersebut secara hirarki dimulai dari individu, populasi, komunitas, ekosistem dan bioma yang ditunjukkan dalam spektrum biologi.

Pendekatan ekologi adalah memahami faktor-faktor dan prosesproses penting yang melandasi keberadaan dan kelimpahan jenis di tempat hidupnya.

Makhluk hidup meluangkan waktu untuk berkompetisi dalam memperoleh makanan, tempat berlindung, dan pasangan kawin. Didalam lingkungan biotik terdapat interaksi antara individu sejenis maupun antara jenis yang berbeda, terdiri atas kompetisi, dan simbiosis.

Kompetisi terbagi atas: kompetisi intraspesifik (kompetisi antar anggota satu spesies), dan kompetisi interspesifik (kompetisi antar anggota yang berbeda spesies).

Simbiosis terdiri dari amensalisme, protokooperasi, mutualisme, komensalisme, parasitisme, dan predasi. Antara komponen pembentuk ekosistem terdapat hubungan saling ketergantungan, sehingga perubahan pada komponen yang satu akan menyebabkan perubahan pada komponen yang lain.

Peristiwa makan dan dimakan yang melukiskan suatu rantai makanan atau jaring-jaring makanan. Peristiwa rantai makanan menyebabkan terjadinya piramida energi, piramida jumlah, piramida biomassa dan aliran materi yang berupa siklus atau daur materi dalam ekosistem.

Siklus materi yang terjadi di biosfer disebut siklus biogeokimia artinya suatu siklus dari bahan kimia, dari bagian abiotik dalam ekosistem ke komponen biotik, kemudian diuraikan lagi menjadi mineral.
 
Habitat adalah tempat hidup asli (di dalam alam) suatu makhluk hidup. Niche dapat bermakna ganda. Pertama, lingkungan kecil (micro environment) yang khusus bagi suatu jenis makhluk hidup. Kedua, peranan suatu makhluk hidup dalam komunitas, misalnya sebagai produsen, konsumen atau pengurai. 

Ekosistem dan Konservasi

Daya dukung lingkungan adalah ketersediaan sumber daya alam cukup ruang untuk memenuhi kebutuhan dasar pada tingkat kestabilan sosial tertentu.

Perubahan lingkungan dapat terjadi secara alami dan buatan manusia. Secara alami, misalnya: akibat gempa bumi, gunung meletus, angin ribut dan banjir. Sedangkan secara buatan akibat aktivitas manusia, misalnya: akibat penebangan hutan untuk pertanian, pembangunan rumah, jalan besar, pabrik, dan bendungan.

Manusia mampu mengubah lingkungan misalnya pemberian pupuk, penghijauan, reboisasi, irigasi dan sebagainya untuk meningkatkan bidang pertanian dan melestarikan lingkungan.

Setiap makhluk hidup berinteraksi dengan lingkungannya. Komponen penyusun eksosistem terdiri atas dua, yaitu biotik dan abiotik. Faktor biotik (hayati) adalah segala makhluk hidup di sekitar dan di dalam makhluk hidup, sedangkan abiotik terdiri dari lingkungan, fisik (iklim, suhu, penyinaran, tekanan udara, kelembaban, angin, curah hujan, dan faktor-faktor tanah edafik, dan kimia (pH, senyawa kimia, dan lainnya. Interaksi antar populasi dikategorikan dalam bentuk netral, kompetisi atau persaingan, predasi, parasitisme, komensalisme, mutualisme dan antibiosa.
 
Seluruh ekosistem yang ada di dunia ini disebut Biosfer. Biosfer didefenisikan sebagai bagian bumi yang mengandung makhluk hidupmakhluk hidup . Ekosistem dapat dibedakan atas ekosistem darat, pantai, air tawar dan ekosistem air laut.
 
Beberapa bioma darat antara lain: pamah, pegunungan, gurun, padang rumput, hutan basah, hutan gugur, taiga dan tundra. Sedangkan bioma pantai terdiri dari mangrove, formasi pes caprae, formasi baringtonia, dan air payau. Ekosistem air tawar dapat dibedakan atas perairan dengan air tenang, misalnya danau, rawan, kolam; serta perairan dengan air mengalir. Berdasarkan bagian daerah tempat hidup, dibagi tiga yaitu litoral, limnetik dan profundal.
 
Bioma perairan terdiri dari berdasarkan daya tembus sinar matahari ke dalam air laut, terbagi atas fotik dan afotik. Secara fisik, habitat laut dibagi empat yaitu, berupa: litoral, neritik, batial dan abisal. Berdasarkan kebiasaan hidup, makhluk hidup perairan dibedakan menjadi plankton, perifiton, nekton, neuston, dan bentos.

Sebuah komunitas terbentuk melalui serangkaian proses yang disebut suksesi suksesi. Dibedakan atas 2 bentuk, yaitu suksesi primer dan suksesi sekunder.
 

Suksesi primer terbentuk pada suatu wilayah yang belum pernah terjadi kehidupan sama sekali, sedangkan suksesi sekunder terbentuk pada wilayah yang pernah ada kehidupan kemudian rusak akibat kejadian alam atau akibat aktivitas manusia. Contoh: komunitas yang terbentuk setelah letusan Gunung Krakatau, Gunung Kelud, atau hutan yang terbentuk setelah kebakaran.

Suksesi akan mencapai klimaks, bila terbentuk suatu komunitas tertentu yang komposisi populasinya relatif tetap dan stabil disebut komunitas klimaks

Kata Kunci :

arti predasi kompetisi,simbiosis predasi kompetisi,simbiosis pada ekosistem pantai,pengertian niche pada materi ekosistem,pengertian dan contoh simbiosis mutualisme komensalisme parasitisme,pengertian dan contoh protokooperasi,konseo ekologi konservasi beserta contoh,komponen ekologi pada daerah konservasi,kompetisi dalam materi ketergantungan makhluk hidup,jenis makhluk hidup yang hidup di laut plankton nekton neuston

Related Posts to "Ekosistem dan Konservasi"

Response on "Ekosistem dan Konservasi"

Muhammad Risalon Google+
Jasa Like Fanpage Facebook Murah