Friday, 25 July 2014

Rangkuman Materi Animalia

Biologi SMA kelas 12 : Rangkuman Materi Animalia

Untuk memudahkan para siswa SMA kelas 12 belajar pelajaran biologi untuk pokok pembahasan Animalia berikut ini disajikan Rangkuman Materi Animalia.

Tubuh hewan memiliki enam jaringan utama, yaitu jaringan epitel, jaringan ikat, jaringan otot, dan jaringan syaraf. Jaringan epitel melapisi permukaan tubuh sebelah luar (kulit), berbagai rongga, dan saluran di dalam tubuh. Fungsinya sebagai pelindung jaringan yang terdapat di sebelah dalamnya, sebagai bagian dari kelenjar, dan sebagai tempat penyerapan. terdiri dari bentuk pipih, kubus, batang, dan kolumnar. mengikat sel-sel sehingga membentuk suatu jaringan dan mengikat suatu jaringan dengan jaringan lainnya, menyokong dan melindungi bagian-bagian tubuh, mengisi rongga-rongga yang kosong, menyimpan lemak (sumber energi), dan untuk transposrtasi Klasifikasi hewan terbagi atas dua bentuk, yaitu invertebta (hewan tidak bertulang belakang) dan vertebrata (hewan bertulang belakang).

Vermes memiliki tubuh simetris bilateral, habitat di perairan dan daratan (tanah), sistem saraf ganglion (tangga tali), sistem repirasi menggunakan permukaan tubuh, flame cell (sel api), reproduksi seksual, aseksual dan hermaprodit. Bersifat parasit dan saprofit, terbagi atas 3 filum, yaitu: Platyhelminthes, Nemathelminthes dan Annelida.

Platyhelminthes terbagi atas tiga kelas, yaitu Turbellaria (Planaria sp), Trematoda (Fasciola hepatica = cacing hati), dan Cestoda (Taenia saginata = cacing usus sapi). Jenis-jenis dominan sebagai parasit dari Nemathelminthes, diantaranya adalah Ascaris lumbricoides (cacing perut), Ancylostoma sp dan Necator sp (cacing tambang), Enterobius/Oxyuris vermicularis (cacing kremi) dan Wucheria bancrofti (cacing filaria).

Annelida terbagi atas tiga kelas, yaitu: Polychaeta (Eunice viridis (palolo), dimakan. Dan Lysidice oele (wawo), dimakan); oligochaeta (Lumbricus terestis, Pheretima sp=cacing tanah), dan Hirudinae (Hirudo medicinalis, Haemodipsa sp).

Diantara vermes yang berperan penting pada bidang pertanian adalah cacing tanah berfungsi untuk menggemburkan tanah pertanian. Beberapa jenis dapat bersifat parasit pada tumbuhtumbuhan, seperti: Melaidogyne sp dan Heterodera sp.

Serangga terdiri atas caput (kepala), dada (toraks) dan abdomen (perut). Terdapat membran tymphanum sebagai alat pendengaran, tubulus malphigi sebagai alat eksresi dan ganglion saraf. Sistem pencernaan makanan terdiri tiga, yaitu: foregut (mulut, faring, oesofagus, tembolok, dan empedal (gizzard) berfungsi untuk menggiling makanan; midgut (lambung dengan 8 pasang gastrik caeca, melakukan proses pencernaan dan penyerapan; dan hind-gut, terdiri atas ileum, kolon, rektum, dan anus.

Metamorfosis pada serangga terbagi atas tiga bentuk, yaitu: ametabola (tidak ada pergantian bentuk, terjadi pertambahan besar ukuran. Misalnya Colembola dan Thysanura); hemimetabola (metamorfosis tidak sempurna), fase dimulai dari telur – larva (nimfa) – dewasa (imago). Misalnya Orthoptera, Hemiptera dan Odonata; dan holometabola (metamorfosis sempurna), dimulai dari fase telur – larva – pupa – imago. Misalnya: Coleoptera, Diptera, Hymenoptera, dan Lepidoptera.

Beberapa serangga jenis membantu proses penyerbukan untuk pertanian dan perkebunan, seperti Apis dorsata, A. indica, A. mellifera (lebah madu), Monomorium sp (semut hitam), Xylocopa latipes (tawon), Serangga Penyerbuk Kelapa Sawit (SPKS) seperti Elaeidobius kamerunicus dan Thrips hawainensis, Forcipomya sp (penyerbuk tanaman coklat), beberapa Odonata, Coleoptera dan Homoptera bersifat sebagai predator bagi serangga hama lainnya.
Vertebarta terbagia tas 5 kelas, yaitu Pisces, Amfibi, Reptilia, Aves, dan Mamalia. Alat gerak pada vertebrata meliputi tulang dan otot. Tulang merupakan alat gerak pasif, sedangkan otot merupakan alat gerak aktif. 

Berdasarkan bentuk dan ukurannya, tulang dibedakan atas tulang pendek, tulang panjang, tulang pipih, dan tulang yang tidak beraturan. Sedangkan menurut bahan pembentuknya, tulang
dibedakan atas tulang rawan dan tulang. Tulang rawan dibentuk oleh kondroblas, terdapat pada telinga, ujung hidung, dan laring. Tulang dibentuk oleh osteoblas, terdapat pada kebanyakan tulang lainnya. Tulang sebagai alat gerak pasif, juga berfungsi sebagai tempat pembuatan darah merah dan tempat melekatnya otot. Tulang-tulang dalam tubuh tersusun membentuk rangka dan berfungsi membentuk tubuh serta melindungi bagian atau organ tubuh lainnya. Persendiaan mempunyai unsur-unsur yang dapat mempermudah gerakan, yaitu ligamen, kapsul, cairan sinovial, dan membran sinovial.Menurut dapat atau tidaknya digerakkan, hubungan antar tulang dapat dibedakan menjadi diartrosis, amfiartrosis, dan sinartrosis.

Otot merupakan alat gerak aktif, yang berfungsi menggerakkan tulang. Otot tersusun dari sel-sel otot, berkas otot, benang serabut otot, dan jaringan otot. Ada tiga jenis otot, yaitu otot lurik, otot polos, dan otot jantung. Otot lurik merupakan otot sadar yang berkerja atas perintah otak, terdapat pada otot rangka. Otot polos merupakan otot tak sadar yang bekerja dibawah pengaruh saraf otonom, terdapat pada alat-alat dalam. Otot jantung merupakan otot lurik, tetapi bekerja dibawah pengaruh saraf otonom.

Kerja otot ada dua macam, yaitu kontraksi dan relaksasi. Kontraksi maksimum disebut tonus, dan tonus yang tidak ralaksasi disebut tetanus. Jenis kerja otot ada dua, yaitu kerja berlawanan (antagonis) dan kerja bersamaan (sinergis).

Kontraksi otot terjadi karena adanya rangsangan yang menyebabkan asetilkolin membebaskan ion Ca2+. Ion Ca2+ masuk ke dalam otot mengangkut troponium dan tropomisin ke aktin. Sel-sel penyusun embrio hewan tersusun dari tiga lapisan, yaitu ektoderm, mesoderm, dan endoderm, yang masing-masing akan membelah membentuk spesifikasi sel berkembang menjadi organorgan.
 
Pada hewan kedewasaannya ditandai dengan kemampuan untuk menghasilkan sel kelamin berupa sel telur maupun sel kelamin jantan.

Pertumbuhan hewan meliputi 2 fase, yaitu: fase embrionik (pembelahan, blastulasi, gastrulasi, morfogenesis, induksi embrionik, diferesiensi, organogenesis) dan fase pasca embrionik (metamorfosis, regenerasi). Perkembangan meliputi fertilisasi, pembelahan dari zigot sampai terbentuk jaringan dan organ.



Kata Kunci :

pembahasan tentang animalia

Related Posts to "Rangkuman Materi Animalia"

Response on "Rangkuman Materi Animalia"

Muhammad Risalon Google+
Jasa Like Fanpage Facebook Murah